Sabtu, 30 Juli 2011

sang benda bundar

"dug dug dug"
hentakan benda bundar diantara lorong2 kosong
"cresh"
bunyi ketika sebuah jaring ditembus oleh sang benda bundar

masih segar dalam ingatan bagaimana rasanya termenung sendirian diantara lapangan luas di SMA ku.
diantara lorong2 kosong, diantara sayup2 bunyi mengaji sebelu adzan magrib, diantara rintik2 hujan kecil yang menyejukkan
sebuah rasa yang tidak pernah terlupakan
tenangnya, ademnya, senengnya, semua begitu nyata sampai detik ini

ya, rasa yang hampir 2 taun tak pernah kurasakan lagi
terlalu sibuk dengan semua kegiatan organisasi, sampai aku lupa rasanya menyenangkan diri sendiri
basket, hal yang sudah lama tak ku sentuh..
ingin rasanya aku seperti dulu, tanpa beban, yang ada hanyalah sebuah ksenangan terhadap sang benda bundar itu..

Jumat, 29 Juli 2011

bintang kecil

sebuah perbincangan kecil sedikit membuat mataku terbuka
tentang arti seseorang di hidup seseorang
arti kecil yang selama ini tak pernah terasa
menjadi sangat besar ketika semuanya sudah mulai menghilang
ketika cahaya kecil dari sebuah bintang menjadi sangat dirindukan
ya, sebuah cahaya kecil yang dapat menerangi jalan banyak orang
ketika sebuah memori dipaksa untuk mengingat masa yang hampir terlupakan
hingga akhirnya semua cerita seolah tumpah menjadi satu rasa

hai bintang kecil, aku tau kau disana
memandang dari atas langit tanpa pernah berniat untuk menghilang
hai bintang kecil, tetaplah bersinar disana, krna suatu saat nanti, aku akan datang untuk memandangmu
hai bintang kecil, kejarlah apa yang ingin kau kejar, hingga suatu saat nanti aku akan datang dan membuatmu makin bersinar..

Rabu, 06 Juli 2011

#5

untuk kesekian kalinya aku coba untuk menuliskan banyak hal tentangmu
dan untuk kesekian kalinya pula aku gagal dan tak berhenti meneteskan air mata setiap mengingatmu.
tak ada yang bisa mendeskripsikan kehebatanmu di mataku, bahkan hanya dengan sekedar kata2 yang kutuliskan saat ini.

aku yakin, kau sedang bahagia disana, bahkan lebih bahagia dari ketika aku mencoba membahagiakanmu.
aku ingin melihatmu tertawa, meski tawa itu bukan karna aku.
aku ingin sekali memelukmu dan berkata , "aku kangen kamu " , tapi aku percaya, tanpa kukatakan pun, kau tau itu.
aku rindu menangis di pundakmu dan berkata "aku pengen ditemenin kamu" , dan kau membalas dengan tatapan mu "iya, aku temenin sampe kamu minta aku pergi" , kata2 yang mungkin tak pernah kudapatkan dari yang lain.
aku rindu memelukmu dan berkata , "kemenangan ini buat kamu" , dan kau membalas dengan senyuman yang sangat menyejukan.
bodohnya aku, tak pernah sadar, betapa hebatnya sosokmu dihidupku.
kau ada ketika aku butuh seorang teman, seorang kakak, seorang adik, bahkan seorang saudara.
tak pernah kulihat ada yang berbeda dari tatapan mu untukku, bahkan ketika aku sangat menyakitimu.
kau mengajarkan aku arti maaf yang sebenarnya..
masih kuingat dengan sangat jelas ketika aku menyakitimu dan meminta maaf padamu, kau cuma berkata "kenapa minta maaf, aku ga pernah ngerasa kamu salah sama aku, kan kamu yang bilang, kalo ga salah, jangan minta maaf.." dan kau pun memelukku sambil membiarkan aku menangis di pundakmu.
teman, aku percaya kau pun disana sedang mengenang semua cerita indah yang pernah kita lakukan.
sempga nanti, ketika kita sama2 sudah menjadi "orang" , kita akan dipertemukan dan dengan lantang kita bisa berkata "bintang kita bersinar bareng-bareng".
teman, semoga kau bahagia disana, meskipun aku tak pernah tau kau dimana, tapi aku percaya, Allah bisa lebih baik menjagamu dan jadi teman ceritamu dibanding aku..

maaf aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu..
aku bukan manusia sempurna, karna itu aku butuh kamu buat nyempurnain idup aku.
aku sayang kamu..

~ARN