Senin, 05 Juli 2010

air mata seorang bunda

ketika pertama kali aku difonis ada di kandungannya,
ia meneteskan air mata karna bahagia..
ketika pertama kali aku bisa terlihat olehnya,
ia meneteskan air mata karna tidak sabar melihat anaknya..
ketika pertama kali aku siap dilahirkan,
ia meneteskan air mata karna menahan kesakitannya..
ketika pertama kali ia melihat kelahiranku dihadapannya,
ia meneteskan air mata dan tak sanggup berkata-kata
ketika pertama kali aku meminum sususnya,
ia meneteskan air mata karna terharu melihatnya..
ketika pertama kali aku bersuara,
ia meneteskan air mata dan tak sabar membimbingku berbicara..
ketika pertama kali aku bisa mengenalinya,
ia meneteskan air mata karna bangga,,
ketika pertama kali aku bisa berjalan dan memeluknya,
ia meneteskan air mata dan menjagaku sepenuhnya..
ketika pertama kali aku terluka,
ia meneteskan air mata dan ingin menggantikan semua kesakitanku..
ketika pertama kali aku masuk ke sekolah,
ia meneteskan air mata karna tak sabar menungguku pulang kerumah..
ketika pertama kali aku melawan ucapannya..
ia meneteskan air mata terluka..
ketika pertama kali aku harus pergi jauh darinya,
ia meneteskan air mata sambil berkata "ya Allah, lindungilah anakku.. sampaikan bahwa aku selalu ada untuknya.. mendoakannya.. dan siap mendengar keluh kesahnya..aku tak bisa membantunya.. tapi yakinkan dia ya Allah, bahwa aku siap melakukan apapun untuk kebahagiannya.."

banyak tetesan air mata yang telah ia keluarkan untukku..
banyak tetesan air mata yang telah ia keluarkan dalam doanya agar aku tetap bahagia..
bunda, banyak yang tak bisa aku lakukan untukmu..
sudah terlalu banyak air mata yang bunda keluarkan karna kesalahanku..
selamat hari ibu ya bunda..
suatu hari nanti, akan ku bawa kebanggaan itu, agar aku bisa melihat
air mata bunda menetes karna bahagia melihatku menjadi seorang sarjana..
aku sayang bunda. sekarang dan selamanya..
untuk bunda sedunia..
air matamu adalah kehidupan baru untukku..
:)

-created by : swastika tiara-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar